# Catatan Riset RuangOSS — 3 November 2026 ## Kesimpulan utama RuangOSS membantu menyiapkan geometri dan melakukan pemeriksaan spasial awal. Aplikasi tidak menggantikan OSS, GISTARU, proses KKPR, atau keputusan instansi berwenang. Pisahkan: 1. Validitas geometri polygon. 2. Temuan intersection terhadap data yang benar-benar dimuat. 3. Keputusan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang / KKPR oleh sistem dan instansi resmi. ## Portal rujukan - GISTARU RTR Online: https://gistaru.atrbpn.go.id/rtronline/ - GISTARU RDTR Interaktif: https://gistaru.atrbpn.go.id/rdtrinteraktif/ - Ina-Geoportal BIG: https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web/ - BIG Ina-Geoportal info: https://www.big.go.id/content/produk/ina-geoportal - JDIH ATR/BPN: https://jdih.atrbpn.go.id/ - Database peraturan BPK: https://peraturan.bpk.go.id/ GISTARU RTR Online menyajikan produk RTR legal, sedangkan RDTR Interaktif memberi informasi RDTR dan zonasi yang lebih terperinci. Ina-Geoportal menghubungkan simpul JIGN dari K/L dan pemerintah daerah. Portal publik tidak otomatis menyediakan API vektor yang boleh digunakan pihak ketiga. Paparan DJTR bertanggal 10 November 2025 menyebutkan 650 RDTR telah ditetapkan melalui Perda/Perkada dan 469 terintegrasi untuk Konfirmasi KKPR. Itu snapshot tanggal paparan, bukan angka live 2026. ## Regulasi - PP 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP 5 Tahun 2021: https://peraturan.bpk.go.id/Details/319773/pp-no-28-tahun-2025 - Permen Investasi dan Hilirisasi/BKPM 5 Tahun 2025, berlaku sejak 2 Oktober 2025: https://peraturan.bpk.go.id/Details/332573/permeninvesbkpm-no-5-tahun-2025 - Juknis ATR/BPN 1/Juknis-HK.02.02/II/2024 tentang integrasi RDTR kabupaten/kota ke OSS: https://jdih.atrbpn.go.id/peraturan/detail/1150/petunjuk-teknis-nomor-1-juknis-hk-02-02-ii-2024-tahun-2024 ## WMS dan WFS - WMS mengirim gambar peta; cocok sebagai overlay visual, bukan untuk hitung luas intersection. - WFS mengirim fitur vektor dan atribut; analisis dimungkinkan jika endpoint, CRS, schema, lisensi, CORS, dan freshness diperiksa. - OGC API Features adalah alternatif API fitur modern. - WFS-T bersifat transaksional dan tidak diperlukan oleh RuangOSS. Fitur WFS di aplikasi meminta URL dan nama layer dari pengguna, memakai WFS 2.0.0, EPSG:4326, dan batas 5.000 fitur per permintaan. Endpoint publik dapat menolak CORS, autentikasi, atau format keluaran. Jangan melakukan scraping endpoint privat atau menganggap endpoint map viewer sebagai API terbuka. ## Metadata minimum dataset Catat nama layer, wali data, jenis RTR, dasar hukum, tanggal berlaku, status legalitas dan integrasi OSS, skala, cakupan administrasi, CRS, tanggal unduh, versi, lisensi, atribusi, kolom kode/nama zona, serta hubungan ke ketentuan zonasi. ## CRS dan format - GeoJSON dianggap WGS 84 longitude/latitude. - shpjs membaca file .prj jika tersedia dan memproyeksikan Shapefile ke WGS 84. - Jika .prj hilang atau salah, posisi tidak dapat dijamin. - KML dikonversi ke GeoJSON. - Ekspor SHP menyertakan .prj WGS 84. - Uji format hasil terhadap persyaratan OSS terkini; panduan daerah bukan pengganti spesifikasi teknis pusat. ## Tahapan integrasi nasional 1. Buat registry dataset per kabupaten/kota dan jenis RTR. 2. Verifikasi legalitas, versi, skala, CRS, lisensi, dan sumber sebelum status “terverifikasi”. 3. Prioritaskan WFS/OGC API resmi; gunakan WMS hanya untuk visualisasi. 4. Hubungkan kode zona dengan daftar kegiatan diizinkan/bersyarat/dilarang dan KBLI hanya dari referensi hukum resmi yang berlaku. 5. Untuk skala nasional, gunakan tiling, spatial index, atau managed PostGIS/serverless. Hosting statis tidak menyediakan mesin PostGIS nasional yang selalu aktif. ## Batasan Data contoh di paket ini adalah simulasi, bukan RTRW/RDTR resmi. Dataset yang dimuat hanya berada di memori browser. Hasil analisis bukan persetujuan KKPR atau keputusan OSS. ## Diferensiasi produk RuangOSS Intelligence RuangOSS tidak menyalin fungsi inti platform pemerintah: - GISTARU telah menyediakan RTR Online dan RDTR Interaktif, termasuk informasi zonasi. - OSS telah menyediakan alur lokasi usaha, unggah polygon SHP, pemeriksaan RDTR/kegiatan, dan katalog KBLI. - Ina-Geoportal BIG telah menyediakan map viewer, analisis data, geoprocessing, geotagging, serta drag-and-drop data. Keunggulan produk yang dibangun: 1. **RuangCheck** — skor kelengkapan persiapan lokasi dan dokumen; bukan skor legalitas atau prediksi persetujuan. 2. **DataTrust** — indikator kelengkapan metadata sumber, dasar hukum, tanggal berlaku, skala, CRS, dan catatan; pengguna dapat menyatakan telah memeriksa sumber. 3. **ZoneInsight** — overlay dan intersection lintas dataset yang dimuat, dengan luas dan persentase irisan. 4. **Candidate comparison** — ringkasan per bidang untuk membandingkan beberapa kandidat lokasi. 5. **OSS Preflight** — lembar persiapan matra, KBLI 2025, penguasaan lahan, alamat, dan pertanyaan lokasi. 6. **Explainable findings** — temuan harus menunjukkan dataset, versi, atribut, dan keterbatasan. Tidak boleh mengeluarkan keputusan “pasti sesuai”. ## KBLI 2025 dan alur OSS Portal OSS saat ini menampilkan KBLI 2025 dan konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025: - https://oss.go.id/id/kbli - https://oss.go.id/id/kbli/konversi OSS Preflight menyiapkan kolom KBLI 2025 dan tautan resmi untuk verifikasi. Aplikasi belum mengotomatisasi pencocokan KBLI terhadap tabel ketentuan zonasi. Pengguna perlu mengonfirmasi kode dan uraian kegiatan melalui katalog OSS yang berlaku. Panduan OSS memuat isian yang berbeda menurut matra darat, laut, dan hutan; untuk lokasi darat, panduan menyebut polygon, luas lahan, alamat administrasi, serta pertanyaan kawasan khusus dan pulau kecil: - https://oss.go.id/id/panduan/6912a8491840c90a6543f398 - https://s3.oss.go.id/oss/cms/Panduan-KKPR-RDTR-64228d32a31f5fb25e0985b4f25b1496.pdf ## Arsitektur multi-pengguna tanpa VPS Hosting statis Hostinger cocok untuk frontend, tetapi tidak menyediakan identitas pengguna, penyimpanan proyek bersama, audit trail, atau mesin spatial query terpusat. Untuk pengguna banyak, gunakan: 1. Hostinger untuk frontend statis. 2. Supabase Auth untuk akun dan organisasi. 3. Supabase Postgres + PostGIS untuk polygon, dataset, metadata, dan spatial query. 4. Supabase Storage untuk file dengan bucket privat. 5. Edge Functions atau job terkelola untuk ingest, validasi, dan sinkronisasi. 6. Row Level Security (RLS) untuk membatasi proyek per pemilik/organisasi; jangan pernah mengekspos service-role key di browser. Supabase mendokumentasikan PostGIS sebagai ekstensi geometri spasial terindeks: - https://supabase.com/docs/guides/database/extensions/postgis - https://supabase.com/docs/guides/database/overview - https://supabase.com/docs/guides/database/extensions Arsitektur ini tetap tanpa VPS, tetapi membutuhkan layanan backend terkelola dan pemilihan paket sesuai volume pengguna, ukuran file, dan frekuensi analisis. ## Template katalog nasional Paket V3.1 menyertakan `templates/template-katalog-rtrw-rdtr.csv` untuk menginventarisasi produk RTRW/RDTR per kabupaten/kota, wali data, dasar hukum, status legalitas/integrasi OSS, metode akses, CRS, skala, lisensi, atribut zonasi, dan tanggal verifikasi. Template kosong ini bukan katalog data resmi yang telah terisi.